Bupati Cantik Talaud Tak Sudi Diberi Tas Hermes Yang Sama Dengan Pejabat Lain


LAHANPOKER, Jakarta - Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip ditetapkan sebagai tersangka penerimaan suap. KPK mengungkap si bupati aktif meminta imbalan proyek dalam bentuk barang-barang mewah.

"KPK mengidentifikasi adanya komunikasi yang aktif Bupati dengan BNL (Benhur Lalenah, anggota timses Bupati) atau pihak lain," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK.

Komunikasi aktif itu, lanjut Basaria, antara lain membahas mengenai proyek di Talaud. Bukan hanya itu, Sri juga tak segan berbicara langsung mengenai permintaannya terhadap barang, yang merupakan bentuk imbal balik proyek di Talaud.



Komunikasi itu dilakukan Sri melalui Benhur, yang merupakan kepercayaannya, kepada Bernard Hanafi Kalalo, seorang pengusaha yang akhirnya ditunjuk untuk mendapatkan pekerjaan proyek revitalisasi pasar di Talaud.

"Komunikasi terkait dengan pemilihan merek tas dan ukuran jam yang diminta. Sempat dibicarakan permintaan tas bermerk Hermes dan Bupati tidak mau tas yang dibeli sama dengan tas yang sudah dimiliki oleh seorang pejabat perempuan lain di sana," kata Basaria.

Meski begitu, permintaan Sri itu mengenai tas Hermes tersebut tidak dipenuhi oleh Bernard. Bernard membelikan tas Chanel dan Balenciaga serta barang-barang mewah lain yang kemudian berujung pada OTT KPK.



Berikut barang-barang mewah itu:

- Tas tangan Chanel senilai Rp 97.360.000;
- Tas Balenciaga senilai Rp 32.995.000;
- Jam tangan Rolex senilai Rp 224.500.000;
- Anting berlian Adelle Rp 32.075.000;
- Cincin berlian Adelle Rp 76.925.000; dan
- Uang tunai Rp 50 juta.




Bupati Sri tiba di kantor KPK sekitar pukul 20:00 WIB. Ketika dikonfirmasi, ia mengaku tidak tahu benda-benda mewah yang disebut ditujukan untuk dirinya. 
"Saya bingung karena barang gak ada saya terima, tiba-tiba saya dibawa ke sini, tidak benar saya membawa barang itu," katanya pada Selasa malam. 
Selain Sri, tim KPK juga mengamankan lima orang lainnya. Namun, belakangan tiga orang lainnya dilepas dan mereka hanya menetapkan tiga sisa lainnya sebagai tersangka. 
Tim penyidik KPK juga menetapkan Benhur Lalenoh (timses dan pengusaha) dan Bernhard Hanafi Kalalo sebagai tersangka korupsi.


Comments

Popular posts from this blog

Ini Video Prank Ojol Sampai Nete dan J1L4T M3M3K

VIRAL! Video Mesum Pegawai Bank SUMSEL BABEL Tersebar!

Emak-Emak Rebutan Dendeng Daging di Kondangan Sampai Baku Hantam